MENCARI solusi atas suatu masalah ternyata menuntut Anda berpikir kreatif. Sebab, meski yang Anda hadapi adalah masalah yang umum terjadi selalu ada kemungkinan solusi yang lebih efisien.
Dua alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Ichsan S Putra dan Ariyanti Pratiwi dalam buku berjudul Sukses dengan Soft Skills menulis, berpikir kreatif adalah proses penciptaan jalan keluar dari suatu masalah. "Kreatif bukan berarti harus menemukan peralatan ajaib," tulis Ichsan dan Ariyanti.
Dalam bab Berpikir Kreatif, Ichsan dan Ariyanti memaparkan sejumlah metode berpikir kreatif. Pertama, evolusi. Melalui metode ini, ide diperbaiki sedikit demi sedikit. Dengan metode ini, seringkali diperoleh hasil yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Metode kedua adalah sintesa, metode ini mengkombinasikan dua atau lebih ide menjadi sebuah ide baru. Cara ketiga adalah revolusi yaitu mengemukakan ide yang sama sekali baru.
Reaplikasi adalah metode keempat yang menyarankan Anda menggunakan sudut pandang baru dalam melihat sesuatu. Sementara metode terakhir melatih Anda untuk mengubah cara pandang (insight). Pada poin ini, Ichsan dan Ariyanti menekankan pentingnya tetap fokus untuk menyelesaikan inti permasalahan yang ada, dan jangan terpusat pada kebiasaan lama dalam menyelesaikan sesuatu.
Perlu Anda ketahui, ide kreatif tidak sepenuhnya serta merta datang. Ide juga dapat diusahakan muncul dengan berbagai teknik dan latihan. Salah satunya adalah brainstorming atau curah gagasan. Dalam brainstorming semua orang yang terlibat dipersilahkan mengungkapkan semua ide mereka tanpa dikritisi, mulai dari ide yang masuk akal hingga ide-ide mustahil. Brainstorming dapat menstimulasi Anda untuk berpikir di luar kebiasaan.
"Selain itu, brainstorming dilakukan untuk menghasilkan sekumpulan ide yang dapat dikembangkan dan dimodifikasi," tulis Ichsan dan Ariyanti.
Orang kreatif adalah mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan, optimis, berpikiran terbuka, senang berimajinasi, dan melihat sebuah masalah sebagai sebuah peluang. Kedua penulis juga mengingatkan pentingnya menghindari hal-hal yang menghambat proses berpikir kreatif seperti tidak mau mengubah sudut pandang, enggan menerima perubahan, merasa tidak berdaya, dan takut ditertawakan. "Lihatlah sesuatu di luar fungsi standarnya," papar Ichsan dan Ariyanti pada akhir bab.
Dua alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Ichsan S Putra dan Ariyanti Pratiwi dalam buku berjudul Sukses dengan Soft Skills menulis, berpikir kreatif adalah proses penciptaan jalan keluar dari suatu masalah. "Kreatif bukan berarti harus menemukan peralatan ajaib," tulis Ichsan dan Ariyanti.
Dalam bab Berpikir Kreatif, Ichsan dan Ariyanti memaparkan sejumlah metode berpikir kreatif. Pertama, evolusi. Melalui metode ini, ide diperbaiki sedikit demi sedikit. Dengan metode ini, seringkali diperoleh hasil yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Metode kedua adalah sintesa, metode ini mengkombinasikan dua atau lebih ide menjadi sebuah ide baru. Cara ketiga adalah revolusi yaitu mengemukakan ide yang sama sekali baru.
Reaplikasi adalah metode keempat yang menyarankan Anda menggunakan sudut pandang baru dalam melihat sesuatu. Sementara metode terakhir melatih Anda untuk mengubah cara pandang (insight). Pada poin ini, Ichsan dan Ariyanti menekankan pentingnya tetap fokus untuk menyelesaikan inti permasalahan yang ada, dan jangan terpusat pada kebiasaan lama dalam menyelesaikan sesuatu.
Perlu Anda ketahui, ide kreatif tidak sepenuhnya serta merta datang. Ide juga dapat diusahakan muncul dengan berbagai teknik dan latihan. Salah satunya adalah brainstorming atau curah gagasan. Dalam brainstorming semua orang yang terlibat dipersilahkan mengungkapkan semua ide mereka tanpa dikritisi, mulai dari ide yang masuk akal hingga ide-ide mustahil. Brainstorming dapat menstimulasi Anda untuk berpikir di luar kebiasaan.
"Selain itu, brainstorming dilakukan untuk menghasilkan sekumpulan ide yang dapat dikembangkan dan dimodifikasi," tulis Ichsan dan Ariyanti.
Orang kreatif adalah mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan, optimis, berpikiran terbuka, senang berimajinasi, dan melihat sebuah masalah sebagai sebuah peluang. Kedua penulis juga mengingatkan pentingnya menghindari hal-hal yang menghambat proses berpikir kreatif seperti tidak mau mengubah sudut pandang, enggan menerima perubahan, merasa tidak berdaya, dan takut ditertawakan. "Lihatlah sesuatu di luar fungsi standarnya," papar Ichsan dan Ariyanti pada akhir bab.


0 komentar:
Posting Komentar